Showing posts with label Service Laptop. Show all posts
Showing posts with label Service Laptop. Show all posts

LAPTOP TOSHIBA SATELLITE U400 NYALA SEBENTAR TERUS MATI SENDIRI

4:17 AM Add Comment
Kali ini sedang menangani laptop toshiba model U400 dengan keluhan dinyalakan bisa start sebentar terus mati sendiri

Toshiba u400

coba dinyalakan, pada saat awal bisa booting normal, setelah beberapa saat mati sendiri, coba pencet tombol power lagi, nyala sebentar terus mati, lama-lama cuma nyala led hijau sebentar terus mati.


     Pemeriksaan langsung tertuju ke sistem pendingin. coba diraba bagian bawah dekat dengan kipas terasa panas yang berlebih. Semakin yakin kalau ada masalah di sistem pendingin.  Tunggu beberapa saat sampai agak dingin, lalu kembali pencet tombol powe sambil meraba dan mendekatkan laptop ke telinga, uh... tidak ada tanda-tanda kipas berputar, pantas saja terjadi panas yang berlebih.

     Tanpa membuang waktu, segera lakukan pembongkaran laptop ini.

body toshiba u400
Body toshiba U400

mainboard toshiba u400
Mainboard Toshiba u400


Kipas pendingin toshiba u400
Kipas pendingin Toshiba u400
     Setelah, dibongkar terlihat debu yang cukup tebal di sekitar kipas pendingin.  Tanpa pikir panjang langsung saja bersihkan debu tersebut. coba putar-putar kipas sepertinya masih lancar berputar.
Setelah debu bersih, coba kembali nyalakan laptop pada kondisi bongkar dan terlihat kipas sama sekali tidak berputar.
     Lepas kembali kipas pendingin dan coba dinyalakan dengan power supply untuk meyakinkan, hasilnya akhirnya diketahui, kipas benar-benar sudah mati.
Selanjutnya tinggal mencari kipas pengganti laptop ini, dan insya Allah laptop akan normal kembali.

Cara Membuat Variable Power Supply Menggunakan Charger Laptop

1:08 AM Add Comment
Pada artikel ini saya akan memberitahukan cara membuat variable power supply mengunakan charger laptop yang sudah tidak terpakai lagi dikarenakan laptopnya sudah rusak dan belum punya anggaran untuk memperbaikinya,…hehehehe ^_^.
Daftar Komponen :

Langkah Ke 1

Siapkan Sebuah Charger Laptop.

Pada umumnya charger laptop memiliki tegangan 19V dan arus sebesar 3.4 Amper dengan arus sebesar itu maka sangat cocok digunakan sebagai power supply untuk menghidupkan berbagai macam peralatan elektronik yang membutuhkan supply tegangan dari 1,5V - 19V dan juga bisa digunakan untuk percobaan rangkaian elektronika tentunya. Dan juga power supply sangat berguna bagi para teknisi untuk keperluan servis laptop, servis hp dan keperluan lainnya.
Langkah Ke 2



Siapkan sebuah modul Step Down (Penurun Tegangan) DC to DC.


Saya menggunakan modul stepdown LM2596 yang dilengkapi dengan Voltmeter untuk menampilkan output tegangan. LM2596 berfungsi sebagai pengatur tegangan yang masuk dari charger laptop 19V menjadi 1,5 V sampai 18V dengan cara memutar trimport potensio yang ada pada modul LM2596. Fitur yang dimiliki oleh LM2596 adalah dilengkapi dengan VOLTMETER yang berakurasi tinggi (error +/- 0.1V) dan range input sebesar 0-40V untuk mendapatkan akurasi yg lebih baik pastikan tegangan input sebesar 4V. VOLTMETER dapat menampilkan tegangan input dan output dengan cara menekan tombol saklar yang ada disebelah VOLTMETER. Tegangan input LM2596 sebesar 4-40V dan tegangan ouput sebesar 1,25-37V degan arus maximum hingga 3 Amper, normal dan stabil pada arus kerja 2 Amper. Berikut gambar beberapa fitur yang terdapat pada modul LM2596 dibawah:



Langkah Ke 3

Siapkan dua buah kabel  Merah dan Hitam

Dibutuhkan  dua buah kabel yang diperlukan untuk menyambung kabel output dari charger laptop dengan menggunakan cara ini kita tidak perlu memotong jack atau  kepala charger dan chager tetap dapat digunakan untuk mengechas laptop. Warna merah dan hitam adalah untuk menandakan kabel Positif dan kabel Negatif jika anda tidak mempunyai kabel dengan warna merah dan hitam anda dapat mengganti dengan warna yang berbeda  karena jika terbalik dalam pemasangan input dapat menyebabkan rangkaian menjadi rusak.
Langkah Ke 4

Cara Menyambung Kabel Ke Jack Atau Kepala Charger 

Berikut saya berikan cara menyambung kabel ke jack ikuti gambar berikut :

Terdapat duah buah lempengan yaitu lempengan luar dan lempengan dalam, lempengan luar adalah input atau jalur Negatif sedangkan lempengan dalam adalah jalur Positif kabel merah disambungkan ke lempengan dalam dan kabel hitam disambungkan ke lempengan luar cukup menggunakan lakban untuk menyambungnya tidak perlu di solder. Gambar penyambungannya dapat dilihat dibawah:




Catatan : jika charger laptop anda sudak tidak difungsikan lagi untuk mengechas laptop maka langkah ke 4 tidak perlu dilakukan langsung saja memotong jack atau kepala charger laptop tersebut dan langsung menyambungnya ke lubang input modul LM2596,,… Hehehe ^_^

Langkah Ke 5

Siapkan Dua Buah Jack Buaya Atau Capit Buaya

Jack buaya atau capit buaya digunakan sebagai kabel output yang dihubungkan ke output modul LM2596 yang akan dijadikan sebagai output dari power supply yang nantinya digunkan untuk menghidupkan bermacam alat atau mainan elektronik dan keperluan elekronika lainnya.

Langkah Ke 6

Merakit Semua Komponen Ke Modul LM2596

Setelah semua daftar komponen disiapkan maka tahap terakhir adalah merakitnya atau menghubungkannya ke modul LM2596. Berikut gambar semua komponen yang sudah dirakit:



Voltmeter Digital menampilkan Tegangan Input dari Charger Laptop sebesar 19.4V


Voltmeter Digital menampilkan Tegangan Output dari Charger Laptop sebesar 3.2V yang sudah di atur dengan cara memutar tuas Trimport potensiometer


Tes menghidupkan lampu LED bekas raket nyamuk yang sudah rusak tegangankerja lampu LED adalah 3-3.5V saya mengaturnya pada tegangan 3.2V

Cara Mengukur Kapasitor dengan Multimeter

10:56 AM Add Comment
Kapasitor adalah Komponen Elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu sementara. Untuk mengukur nilai dari sebuah Kapasitor (Kondensator), kita memerlukan sebuah alat ukur yang dinamakan dengan Capacitance Meter (Kapasitansi Meter). Capacitance Meter adalah alat ukur yang khusus hanya mengukur nilai Kapasitansi sebuah Kapasitor. Selain Capacitance Meter, terdapat juga alat ukur gabungan yang dapat mengukur beberapa macam komponen elektronika, diantaranya adalah LCR Meter dan Multimeter.
LCR Meter adalah alat ukur yang dapat mengukur nilai L (Induktansi / Inductance, untuk mengukur Induktor atau Coil), C (Kapasitansi / Capacitance, untuk mengukur Kapasitor atau Kondensator) dan R (Resistansi / Resistance, untuk mengukur Hambatan atau Resistor) sedangkan Multimeter adalah alat ukur gabungan yang mendapat mengukur Arus, Tegangan, Hambatan (Resistansi) dan juga menguji beberapa macam Komponen Elektronika seperti Dioda, Kapasitor, Transistor dan Resistor.
Saat ini, telah banyak jenis Multimeter Digital yang telah mempunyai fungsi untuk mengukur nilai Kapasitor sehingga kita tidak perlu membeli alat khusus untuk mengukur nilai Kapasitansi Kapasitor dan tentunya Multimeter sebagai alat ukur gabungan memiliki batas tertentu dalam Mengukur Kapasitansi sebuah Kapasitor. Kapasitor yang mempunyai Kapasitansi yang besar terutama pada Kapasitor Elektrolit (ELCO) tidak semuanya dapat diukur nilainya oleh sebuah Multimeter Digital. Seperti contoh pada salah satu Multimeter dengan merek SANWA yang bertipe CD800a, batas pengukuran Kapasitansi Kapasitor hanya berkisar antara 50nF sampai 100µF.
Untuk menguji apakah Komponen Kapasitor dapat berfungsi dengan baik, kita juga dapat menggunakan Multimeter Analog dengan Skala Resistansi (Ohm). Multimeter Analog tidak dapat mengetahui dengan pasti nilai Kapasitansi dari sebuah Kapasitor, tetapi cukup bermanfaat untuk mengetahui apakah Kapasitor tersebut dalam Kondisi baik ataupun rusak (seperti Bocor ataupun Short (hubungan pendek)).

Menguji Kapasitor dengan Multimeter Analog

Berikut ini adalah Cara menguji Kapasitor Elektrolit (ELCO) dengan Multimeter Analog :
  1. Atur posisi skala Selektor ke Ohm (Ω) dengan skala x1K
  2. Hubungkan Probe Merah (Positif ) ke kaki Kapasitor Positif
  3. Hubungkan Probe Hitam (Negatif) ke kaki Kapasitor Negatif
  4. Periksa Jarum yang ada pada Display Multimeter Analog,
    Kapasitor yang baik : Jarum bergerak naik dan kemudian kembali lagi.
    Kapasitor yang rusak : Jarum bergerak naik tetapi tidak kembali lagi.
    Kapasitor yang rusak : Jarum tidak naik sama sekali.
Cara Menguji Kapasitor dengan Multimeter Analog

Mengukur Kapasitor dengan Multimeter Digital
(Yang memiliki Fungsi Kapasitansi Meter)

Cara mengukur Kapasitor dengan Multimeter Digital yang memiliki fungsi Kapasitansi Meter cukup mudah, berikut ini caranya :
  1. Atur posisi skala Selektor ke tanda atau Simbol Kapasitor
  2. Hubungkan Probe ke terminal kapasitor.
  3. Baca Nilai Kapasitansi Kapasitor tersebut.
Cara mengukur Kapasitor dengan Multimeter Analog
Hal yang perlu diingat, cara diatas hanya dapat digunakan pada Multimeter Digital yang memiliki kemampuan mengukur Kapasitansi.
Untuk lebih akurat, tentunya kita memerlukan alat ukur khusus untuk mengukur Nilai Kapasitansi sebuah Kapasitor seperti LCR meter dan Capacitance Meter. Cara pengukurannya pun hampir sama dengan cara menggunakan Multimeter Digital, hanya saja kita perlu menentukan nilai Kapasitansi yang paling dekat dengan Kapasitor yang akan kita ukur dengan cara mengatur Sakelar Selektor LCR meter dan Kapasitansi Meter. Dibawah ini adalah gambar bentuk Capacitance Meter, LCR Meter dan Multimeter.
Alat Ukur Kapasitor (Capacitance Meter, LCR Meter, Multimeter)

Fungsi Dioda dan Cara Mengukurnya

10:51 AM Add Comment

Dioda (Diode) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor dan memiliki fungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Oleh karena itu, Dioda sering dipergunakan sebagai penyearah dalam Rangkaian Elektronika. Dioda pada umumnya memiliki 2 Elektroda (terminal) yaitu Anoda (+) dan Katoda (-) dan memiliki prinsip kerja yang berdasarkan teknologi pertemuan pn semikonduktor yang dapat mengalirkan arus dari sisi tipe-p (Anoda) menuju ke sisi tipe-n (Katoda) Namun tidak dapat mengalirkan arus ke arah sebaliknya.


Fungsi Dioda dan Jenis-jenisnya

Berdasarkan Fungsi Dioda, Dioda dapat dibagi menjadi beberapa Jenis, keterlambatan adalah:

  • Dioda Penyearah (Dioda Biasa atau Dioda Bridge) yang berfungsi sebagai penyearah arus AC ke arus DC.
  • Dioda Zener yang berfungsi sebagai pengaman rangkaian dan juga sebagai penstabil tegangan.
  • Dioda LED yang berfungsi sebagai lampu Indikator atau lampu penerangan
  • Foto Dioda yang berfungsi sebagai sensor cahaya
  • Dioda Schottky yang berhasil sebagai Pengendali

Simbol Dioda

Gambar di bawah ini menunjukkan bahwa Dioda merupakan komponen Elektronika aktif yang terdiri dari 2 tipe bahan yaitu tipe-p dan tipe-n:
Simbol Dioda dan Susunannya

Prinsip Kerja Dioda

Untuk dapat memperjelas prinsip kerja dioda dalam menghantarkan dan memotong aliran arus listrik, di bawah ini adalah pengaturan dan penggunaan dalam suatu rangkaian Elektronika.
Cara Pemasangan Dioda dalam Rangkaian Elektronika

Cara Mengukur Dioda dengan Multimeter

Untuk mengetahui apakah suatu Dioda dapat bekerja dengan baik sesuai dengan fungsinya, maka diperlukan pengukuran terhadap Dioda tersebut dengan menggunakan Multimeter (AVO Meter).

Cara Mengukur Dioda dengan Multimeter Analog

  1. Aturkan Posisi Saklar pada Posisi OHM (Ω) x1k atau x100
  2. Selokan Probe Merah pada Terminal Katoda (tanda gelang)
  3. Atur Probe Hitam pada Terminal Anoda.
  4. Baca hasil Pengukuran di Display Multimeter
  5. Jarum pada Display Multimeter harus bergerak ke kanan
  6. Balikan Probe Merah ke Terminal Anoda dan Probe Hitam pada Terminal Katoda (tanda gelang).
  7. Baca hasil Pengukuran di Display Multimeter
  8. Jarum harus tidak bergerak. 
    ** Jika Jarum bergerak, maka Dioda tersebut berkemungkinan sudah Rusak.
Cara Mengukur Dioda dengan Multimeter Analog

Cara Mengukur Dioda dengan Multimeter Digital

Pada umumnya Multimeter Digital menyediakan pengukuran untuk fungsi Dioda, Jika tidak ada, maka kita juga dapat mengukur Dioda dengan fungsi Ohm pada Multimeter Digital.
Cara Mengukur Dioda dengan menggunakan Multimeter Digital 
(Fungsi Ohm / Ohmmeter)
  1. Aturkan Posisi Saklar pada Posisi OHM (Ω)
  2. Simpul Probe Hitam pada Terminal Katoda (tanda gelang)
  3. Selokan Probe Merah pada Terminal Anoda.
  4. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter
  5. Tampilan harus menunjukkan nilai tertentu (Misalnya 0.64MOhm)
  6. Balikan Probe Hitam ke Terminal Anoda dan Probe Merah ke Katoda
  7. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter
  8. Nilai Resistansinya adalah Infinity (tak terhingga) atau Open Circuit. 
    ** Jika terdapat Nilai tertentu, maka Dioda tersebut berkemungkinan sudah Rusak.
Cara Mengukur Dioda dengan Multimeter Digital (Fungsi Ohm)
Cara Mengukur Dioda dengan Multimeter Digital 
(Menggunakan Fungsi Dioda)
  1. Aturkan Posisi Saklar pada Posisi Dioda
  2. Simpul Probe Hitam pada Terminal Katoda (tanda gelang)
  3. Selokan Probe Merah pada Terminal Anoda.
  4. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter
  5. Tampilan harus menunjukkan nilai tertentu (Misalnya 0,42 V)
  6. Balikan Probe Hitam ke Terminal Anoda dan Probe Merah ke Katoda
  7. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter
  8. Tidak ada angka pada Display Multimeter. 
    ** Jika terdapat Nilai tertentu, maka Dioda tersebut berkemungkinan sudah Rusak.
Cara Mengukur Dioda dengan menggunakan Multimeter Digital (Fungsi Dioda)
Catatan Penting:
Hal yang perlu diperhitungkan adalah Cara Mengukur Dioda dengan menggunakan Multimeter Analog dan Multimeter Digital adalah terbalik. Kebersihan Posisi Probe Merah (+) dan Probe Hitamnya (-).
Cara-cara pengukuran tersebut di atas juga dapat digunakan untuk menentukan Terminal mana yang Katoda dan mana yang Terminal Anoda jika tanda-tanda yang tercetak di Dioda tidak dapat digunakan lagi atau terhapus (hilang).

CARA PLASH BIOS LAPTOP/NETBOOK

10:05 AM Add Comment
FLASING BIOS
  1. download dulu file biosnya baik dari situs resmi maupun blog2 yang menyediakan file bios berbentuk rom/bin
  2. pada saat browsing di google gunakan kata kunci seperti(download bios acer 4732z bin)
  3. setelah ic bios terpasang pada alat evrom lakukan langkah2 seperti pada gambar di bawah ini
  4. UNTUK DOWNLOAD FILE - FILE BIOS LAPTOP/NETBOOK DI SINI
NB: pencabutan ic bios terlebih dahulu harus melepas batrai cmos 

KETERANGAN LEBIH LANJUT LIHAT CONTOH GAMBAR CARA PLASH BIOS DENGAN EZP2010 DI BAWAH INI